Kamis, 05 Juli 2012

Hemat Bandwith Dan Dongkrak Kecepatan Akses Internet Dengan Squid Proxy


Koneksi internet, seberapapun juga akan tetap mencapai titik dimana dia dianggap lambat. Dulu koneksi internet kampus yang cuman 32kbps saja sudah laku laris manis dijual seharga Rp 4.000,-. Sekarang, warnet Speedy yang 2MBps aja sudah banting harga menjadi Rp 3.000,-. Intinya, kalo nurutin keinginan, seberapapun cepat koneksi tetep aja kurang..
Bagi pengguna internet yang punya koneksi terbatas dan tidak memiliki jaringan dan server yang bisa me-manage bandwith dengan baik, koneksi 152kbps sekelas GPRS kelas 10 tentu akan terasa lambat dibandingkan dengan warnet-warnet sekarang. Bahkan pengguna 3G seperti Smart, Indosat, Telkom (dengan berbagai variannya) juga akan merasakan penurunan kecepatan seiring dengan semakin banyaknya pengguna jasa yang sama. Belum lagi kalo bicara soal pembatasan quota bandwith.
Sekarang, tinggal kita yang dituntut untuk pandai-pandai mengoptimalkan koneksi tersebut. Gimana caranya biar cepet, kuota nggak gampang habis. Nah, kali ini saya akan ulas sedikit tentang Squid Proxy yang bisa dijalankan di Windows. Dengan program ini, Anda bisa melakukan dua hal; penghematan bandwith sekaligus mempercepat koneksi Anda. Kok bisa?
Baca Selengkapnya...
Sekedar ilustrasi, beberapa waktu lalu saat saya masih gemar bermain Travian –salah satu game online– agar dapat selalu memantau perkembangan, saya gunakan koneksi internet GPRS Starone dengan menggunakan HP murah, Haier C6000. Koneksi murah meriah ini tentu sepadan dengan harganya, di tempat saya, saya cuman dapet 2 bar dengan kecepatan maksimal 152kbps, praktisnya sekitar 96kbps saja. Tentu saja jika saya cuman mengandalkan koneksi ini, saya nggak bakal bisa menampilkan web Travian dengan cepat. Namun dengan sedikit upaya, Squid proxy proses loading situs favorit tersebut bisa meningkat hingga tiga kali lipat. Bagaimana logikanya?
CARA KERJA SQUID PROXY
Tiap kita mengakses situs sebenarnya yang kita lakukan adalah mendownload semua data berupa tulisan, link, teks, gambar dan file lain dalam halaman tersebut. Dalam proses standar, semua file ini akan disimpan dalam file temporer browser. Namun pada prakteknya, tiap kita membuka halaman yang sama, kita tetap mendownload file yang sama, berulang kali. Anggap saja suatu halaman web berukuran total 500KB, maka jika kita membuka halaman tersebut sepuluh kali dalam sehari maka kita akan menggunakan bandwith sebesar 500KB x 10 = 5MB!
Proxy atau juga yang disebut Squid sebenarnya adalah program yang dikembangkan dalam dunia Linux yang bekerja efektif mengelola file temporer. Saya menemukan SquidNT yang dikembangkan dari versi linuxnya oleh Guido Serassio. Cara kerjanya sama dengan Squid di Linux, yakni dengan otomatis menyimpan semua file yang kita download saat mengakses situs di dalam satu file temporer yang disebut cache. Di sana semua konten, alamat, teks, gambar dan halaman web disimpan. Pada saat kita mengakses situs untuk pertama kali, squid akan secara otomatis menyimpannya dan membuat link bayangan agar saat halaman yang sama dibuka untuk kedua kali, browser tidak langsung mendownload dari situs aslinya. Melainkan mendownload dari cache squid yang notabene ada di PC/LAN. Sehingga halaman web akan lebih cepat terbuka. Jika kita sering membuka halaman yang sama, prosesnya akan jauh lebih cepat saat kedua kali dan seterusnya..
Sekarang kita lihat, berapa perhitungan bandwithnya. Suatu halaman sebesar 500KB, berisi halaman web sederhana dan berbagai gambar. Squid hanya akan mendownload kode HTML nya saja dan menyaring semua informasi yang ada di dalamnya. Jika dalam screening ini semua data pendukung (gambar, skrip, file) sudah ada di cache, bandwith Anda tidak akan lebih besar dari 100Kb bahkan lebih kecil lagi. Anggap saja kita lakukan refresh selama 10 kali maka hasil yang didapat adalah: 100KB x 10 =  2MB saja. Anda bisa menghemat bandwith menjadi 1/5 bahkan lebih kecil lagi!
Itulah mengapa, dulu saya tetep bisa maen Travian dengan lancar, meski cuman pake GPRS dengan kecepatan 152kbps.. hehehe.
INSTALASI DAN SETTING SQUID
Untuk memulai instalasi, silakan download dulu SquidNT. Anda bisa mendapatkan SquidNT ini di sini atau dari situs Acme Conlsulting langsung. Jika Anda berencana menggunakan squid untuk Windows Server, silakan tunggu artikel berikutnya yang akan membahas hal tersebut secara lebih detail.
Selanjutnya langkah instalasi:
1. Ekstrak file Squid-2.7STABLE7.bin yang telah Anda download. Saya sarankan Anda ekstrak ke c:\squid\ untuk lebih mempermudah Anda mengikuti tutorial ini.
2. Lihat dan perhatikan isi folder c:\squid\etc\. Disana ada beberapa file konfigurasi default squid sebagai berikut:
- cachemgr.conf.default
- mime.conf.default
- squid.conf.default
- squid_radius_auth.conf.default
Yang perlu Anda lakukan adalah, me-rename keempat tersebut menjadi:
- cachemgr.conf
- mime.conf
- squid.conf
- squid_radius_auth.conf
3. Buka file squid.conf dengan editor teks. Anda bisa gunakan Notepad, Wordpad atau program pihak ketiga seperti Notepad++. Temukan tulisan TAG: http_port. Pastikan di bagian bawah TAG ini sudah ada tulisan http_port 3128 sehingga tampak seperti berikut:
# TAG: http_port
# Usage: port [options]
# hostname:port [options]
…
# If you run Squid on a dual-homed machine with an internal
# and an external interface we recommend you to specify the
# internal address:port in http_port. This way Squid will only be
# visible on the internal address.
#
# Squid normally listens to port 3128
http_port 3128
4. Temukan TAG: visible_hostname, tambahkan tulisan visible_hostname localhost di bagian bawah tag ini. Anda boleh menghapus tulisan # none. sehingga tampak seperti berikut:
# TAG: visible_hostname
# If you want to present a special hostname in error messages, etc,
# define this. Otherwise, the return value of gethostname()
# will be used. If you have multiple caches in a cluster and
# get errors about IP-forwarding you must set them to have individual
# names with this setting.
#
#Default:
visible_hostname localhost
5. Temukan http_access allow localnet. Tambahkan http_access allow localhost di bawahnya menjadi:
# Example rule allowing access from your local networks.
# Adapt localnet in the ACL section to list your (internal) IP networks
# from where browsing should be allowed
http_access allow localnet
http_access allow localhost
6. Temukan TAG: dns_nameservers, pada tulisan dns_nameservers. Pada bagian bawah tag ini, isi dengan alamat DNS dari ISP yang Anda gunakan dengan format dns_nameservers [primary DNS] [secondary DNS]. Dalam hal ini saya menggunakan ISP speedy Wilayah Jatim maka akan tampak sebagai berikut:
# TAG: dns_nameservers
# Use this if you want to specify a list of DNS name servers
# (IP addresses) to use instead of those given in your
# /etc/resolv.conf file.
# On Windows platforms, if no value is specified here or in
# the /etc/resolv.conf file, the list of DNS name servers are
# taken from the Windows registry, both static and dynamic DHCP
# configurations are supported.
#
# Example: dns_nameservers 10.0.0.1 192.172.0.4
#
#Default:
dns_nameservers 202.134.1.10 203.130.208.18
Anda bisa temukan DNS yang lebih tepat untuk koneksi Anda dengan mencoba alamat DNS dari koleksi Server DNS Guntingbatukertas.
Akhiri dengan menyimpan file squid.conf tersebut.
7. Buka Start > Run > Ketik CMD [Enter]. Dalam Command Prompt, ketik baris perintah berikut:
c:\squid\sbin\squid.exe -z [Enter]
Jika muncul pesan popup Windows Security Alert seperti gambar di bawah, pilih Unblock untuk memberi akses kepada instalasi Squid Proxy.
8. Selanjutnya, ketik perintah berikut:
c:\squid\sbin>squid.exe -d l -D [Enter]
Tunggu beberapa saat kemudian tekan CTRL + C.
9. Ketik perintah berikut:
c:\squid\sbin>squid.exe -i [Enter]
c:\squid\sbin\squid.exe -O -D [Enter]
Setelah mengetik keempat baris perintah di atas, layar Command Prompt Anda seharusnya akan tampak seperti berikut ini:
10. Jalankan Service Panel  melalui Control Panel > Administrative Tools > Services. atau
Start > Run > ketik Services.msc [Enter]
Temukan service bernama Squid > Klik link Start di panel sebelah kiri untuk menjalankan Squid.
11. Selanjutnya, Ubah setting Browser Anda. Arahkan proxy pada browser anda ke alamat localhost dengan port 3128. Untuk Firefox, langkah setting nya tampak seperti berikut:
Secara default Squid akan menjalankan proses sendiri tiap kali PC melakukan restart. Cache squid ini disimpan dalam folder c:\squid\var\cache. Untuk melihat log file squid proxy, Anda bisa mengetikkan:
more c:\squid\var\logs\access.log [Enter]

UNINSTALL
Jika Anda ingin menghapus squid, ketikkan perintah berikut di Command Prompt.
c:\squid\sbin>squid -r -n squid [Enter]
Selesai. Gampang bukan?
BONUS: CARA MUDAH INSTALASI
Bagi Anda yang nggak mau pusing-pusing dengan setting di atas, saya sudah sediakan Squid Proxy di atas yang sudah saya konfigurasi lengkap. Anda tinggal meng-ekstrak, dobel klik file konfigurasi, setting browser dan Voila! Kecepatan akses Anda sekarang jadi beberapa kali lebih cepat.
[Download SquidProxy-2.7STABLE7 Siap Pakai]
Password: guntingbatukertas.com
Keterangan:
Dalam file konfigurasi default (squid.conf) Squid siap pakai di atas saya menggunakan dns dari Google. Dengan setting tersebut seharusnya Anda sudah bisa langsung online tanpa melakukan perubahan apapun.
Tapi sekedar untuk backup, saya sudah menyertakan beberapa DNS lain seperti DNS Speedy dan OpenDNS. Jika perlu, silakan pilih sesuai keinginan. Dalam hal ini yang perlu Anda lakukan adalah membuka file squid.conf di \squid\etc\ dan temukan bagian berikut:
….
# Hapus tanda (#) di depan baris berikut jika Anda ingin menggunakan DNS Speedy Jatim dan Jateng
#dns_nameservers 202.134.1.10 203.130.208.18
# Hapus tanda (#) di depan baris berikut jika Anda ingin menggunakan DNS Speedy Jakarta – Jateng
#dns_nameservers 202.134.0.155 203.130.208.18
# Hapus tanda (#) di depan baris berikut jika Anda ingin menggunakan DNS OpenDNS
#dns_nameservers 208.67.222.222 208.67.220.220
# Tambah tanda (#) di depan baris berikut jika Anda TIDAK ingin menggunakan DNS Google
dns_nameservers 8.8.8.8 8.8.4.4
…..
Perhatikan, dari baris di atas, hanya satu baris dns_nameservers yang tidak didahului tanda comment (tanda #). Yakni di depan dns_nameservers punya Google. Itulah setting yang sedang aktif/digunakan. Untuk memilih setting dns yang lain Anda tinggal memberi comment (tanda #) di depan dns_nameservers yang sedang aktif dan menghapus dns_nameservers lain yang Anda inginkan. Ingat, Anda hanya diperbolehkan memlih dns_nameservers yang aktif.
Misalnya saya pengen pake OpenDNS, maka setting diatas perlu saya ubah menjadi:
….
# Hapus tanda (#) di depan baris berikut jika Anda ingin menggunakan DNS Speedy Jatim dan Jateng
#dns_nameservers 202.134.1.10 203.130.208.18
# Hapus tanda (#) di depan baris berikut jika Anda ingin menggunakan DNS Speedy Jakarta – Jateng
#dns_nameservers 202.134.0.155 203.130.208.18
# Hapus tanda (#) di depan baris berikut jika Anda ingin menggunakan DNS OpenDNS
dns_nameservers 208.67.222.222 208.67.220.220
# Tambah tanda (#) di depan baris berikut jika Anda TIDAK ingin menggunakan DNS Google
#dns_nameservers 8.8.8.8 8.8.4.4
…..
Simpan, dan setting Anda yang baru siap dicoba!
Semoga bermakna dan bermanfaat. :)


Membuat Button dengan Tekstur Plastik yang Menarik

Setelah pada tulisan sebelumnya saya sampaikan cara membuat tombol sederhana dengan photoshop, kali ini saya button7tulis cara membuat button/tombol dengan tekstur plastik yang belakangan banyak dipakai dalam pembuatan web. Sebenarnya ada banyak cara untuk membuat tombol semacam ini. Ini hanyalah salah satu cara diantara sekian banyak cara dan trik tersebut. Yang jelas, dengan langkah ini saya harap Anda akan mendapatkan inspirasi untuk membuat kreasi Anda sendiri.
Mari kita mulai:
1. Buat Dokumen baru dengan background putih. Ukurannya terserah Anda. Saya biasa buat dengan ukuran 200×200 px
2. Tentukan warna foreground Anda. (saya memakai warna pink= ff3969 )
button1
3. Di dalam layer yang masih kosong, buat sebuah kotak dengan Rounded Rectangle Tool, dengan radius 10
button1a
Jangan lupa untuk mengaktifkan ikon ketiga dari kiri dalam taskbar Rounded Rectangle Tool untuk mengaktifkan pilihan Fill Pixel. Dengan memilih opsi ini, Anda secara otomatis akan mengisi kotak yang Anda buat dengan warna foreground.
4. Ctrl+Klik pada Layer kotak untuk memilih seluruh kotak dan gunakan gradient tool untuk menambahkan warna kedua dari sisi atas. Di sini saya pilih gradient dari warna merah (ff0000 ) ke warna transparan.
button2
5. Buat layer baru dan isi dengan warna putih
6. Klik Toolbar Rectangular Marquee (Seleksi kotak) untuk memindahkan pilihan sedikit ke bawah. Saya memindahkan gambar pada contoh 5 piksel ke bawah.
7. Hapus dengan Delete kemudian deselect dengan Ctrl+D
8. Turunkan Opacity Layer Putih menjadi 70%
button3
9. Anda dapat mengubah bentuk layer putih menggunakan Edit/Free Transform dan buat agak sempit.
button4
10. Klik pada layer kotak, kemudian Dobel Klik untuk memunculkan jendela Layer Style
11. Pilih Drop shadow (Opacity 30, Angle 120, Distance 5, Spread 0, Size 5)
12. Sroke (Size 1, Outside, Colour black, Opacity 35)
button5
13. Berikan sentuhan akhir dengan memberikan filter Gaussian Blur pada layer putih. Filter > Blur > Gaussian blur 2.0px
Selanjutnya saya tambahkan tulisan BERANDA dengan tambahan Style: Color Overlay Warna Putih, Normal, Opacity 100%. Kemudian beri Inner Shadow: Blend Mode=Multiply, Angle 120 derajat, Distance=1px, Choke=0%, Size=1px. Hasilnya kurang lebih seperti ini
button7
Bagaimana dengan kreasi Anda? Sudah puas dengan hasil Anda?
Terimakasih sudah membaca tulisan ini
Semoga bisa memberikan insprirasi..

Efek Glow dan Lights Photoshop yang menawan


photoshop-lights-15-cahaya-glowSudah lama rasanya, saya nggak nulis dan praktek Adobe Photoshop. Kali ini saya tulis lagi praktek tentang efek cahaya dan sinar, dua hal yang bikin Photoshop menarik untuk dipelajari. Kurang lebih hasil yang akan kita capai tampak seperti ilustrasi di samping ini. Nah, ingin tahu detailnya? simak lebih lanjut.

Efek Asap
Kita awali dengan membuat efek asap di background. Efek ini dibuat dengan menggunakan Render > Clouds yang kemudian diberi warna dengan fasilitas overlay layer. Untuk membuatnya:
  1. Buat dokumen baru dengan ukuran 600px x 500px.
  2. Beri warna background hitam [Edit > Fill]
  3. Buat layer kosong [Layer > New > Layer ] kemudian pilih layer tersebut.
    photoshop-lights-1-new-layer
  4. Gunakan Elliptical Marquee Tool untuk membuat seleksi di tengah gambar. Pilih Fixed Size dengan dimensi Width: 350px Height: 250px Feather: 80px.
    Pengaturan ini dapat Anda temukan di Options-Panel di bagian atas monitor ketika Elliptical Marquee Tool sudah Anda pilih.
    photoshop-lights-2-elliptical-marquee
  5. Tentukan warna hitam sebagai warna foreground dan warna putih sebagai warna background. Selanjutnya buatlah asap dalam seleksi yang sudah Anda buat [Filter > Render > Clouds]. Efek asap ini dibuat oleh Photoshop secara acak. Jika Anda tidak puas dengan hasilnya, Anda tinggal klik Undo dan melakukan render ulang. Saya sebut layer ini sebagai layer Asap.
    photoshop-lights-3-elliptical-smoke
  6. Buat layer kosong di atas layer Asap, kemudian pilih layer tersebut. Ubah Blending Mode-nya menjadi Overlay seperti pada gambar berikut.
    photoshop-lights-4-blending-overlay
  7. Di sini saya gunakan warna foreground #06c2ff dan warna #00ff7d sebagai background-nya. Gunakan Gradient Tool pada layer baru tersebut. Hasilnya kurang lebih akan terlihat seperti berikut.
    photoshop-lights-5-smoke-gradient-color
Teks Transparan
Sekarang, kita buat tulisan di atas asap yang sudah kita beri warna. Gunakan Type Tool untuk menambahkan teks. Ubah Blending mode-nya menjadi Overlay sehingga akan tampak seperti ini.
photoshop-lights-6-glow-text
Efek Garis Sinar
Selanjutnya, kita akan buat garis yang bersinar dengan menggunakan Pen Tool. Langkah berikut ini akan membutuhkan rangkaian langkah yang agak panjang. Agar tetap bisa mengikuti, saya sarankan Anda lebih mencermati tiap detail langkah-langkah berikut.
Pen Tool adalah salah satu tool Photoshop yang cukup unik, baik cara penggunaannya maupun efek yang dihasilkannya. Bagi Anda yang belum pernah menggunakan tool ini saya akan berikan gambaran awal tentang apa saja yang bisa Anda temukan dalam Tombol Flyout Pen Tool berikut ini:
 photoshop-pen-tool
  • Pen Tool – digunakan untuk menggambar kurva, biasanya tool ini yang digunakan pertama kali dalam suatu rangkaian kerja yang memanfaatkan garis. Anda tinggal klik dan drag pointer mouse untuk membuat sebuah kurva. Anda tidak perlu khawatir jika kurva yang Anda buat kurang menarik. Anda bisa meng-edit-nya lagi nanti.
  • Add Anchor Point Tool – digunakan untuk membuat titik acuan baru dalam kurva yang sudah dibuat sebelumnya.
  • Remove Anchor Point Tool – Tool ini digunakan untuk menghapus titik acuan dalam kurva Anda.
  • Convert Point Tool – Gunakan tool ini untuk mengubah dan memindahkan titik acuan dalam kurva dan mengatur posisinya. Tool ini dapat digunakan dengan cara:
    - Klik pada titik lengkung untuk mengubahnya mejadi titik sudut
    - Klik dan drag sebuah titik sudut untuk mengubahnya menjadi titik lengkung
    - Sambil menekan tombol Ctrl, Anda juga bisa memindahkan titik acuan
    - Klik pada kurva untuk mengatur segmen yang bersangkutan
  1. Nah, setelah mendapatkan sedikit gambaran di atas, sekarang kita buat kurva seperti pada gambar di bawah. Dalam langkah ini, kurva yang kita buat baru berupa path (alur) saja. Nantinya alur ini yang akan menjadi panduan posisi garis cahaya yang kita buat. Pilih Pen Tools, pastikan Anda memilih ikon Path pada panel Pen Tools di bagian atas layar seperti ilustrasi di bawah.
    photoshop-lights-6a-pen-tool
  2. Buat layer kosong di atas layer teks kemudian pilih layer tersebut. Agar lebih mudah, kita beri nama layer ini layer Garis Cahaya
  3. Pilih Brush Tool. Klik-kanan di manapun dalam gambar. Atur Master Diameter menjadi 3px dan Hardness menjadi 100%. Atur juga warna foreground menjadi putih.
    photoshop-lights-7-brush
  4. Pilih Pen Tool dan klik-kanan di manapun dalam gambar. Pilih Stroke Path dari menu tersebut. Pastikan bahwa Simulate Pressure sudah terpilih kemudian klik OK.
    photoshop-lights-8-simulate-pressure
    Sekarang, Anda sudah memiliki gambar sinar sepanjang path yang Anda buat seperti gambar berikut.
    photoshop-lights-9-path-cahaya
  5. Selanjutnya, mari kita sembunyikan path yang tadi kita buat. Buka jendela Paths [Window > Paths]. Klik dalam jendela tersebut, di bawah path yang sedang aktif untuk menghilangkan seleksi. Dengan cara ini, Anda telah menyembunyikan path Anda dari tampilan.
  6. Untuk menambahkan kesan sinar, sekarang kita tambahkan efek glow. Klik-kanan pada layer dan pilih Blending Options. Klik pada bagian Outer Glow dan ubah warnanya menjadi #16b5e5.
Kerlap-kerlip cahaya
Untuk menambahkan efek ini di sepanjang garis cahaya kita cukup melakukan langkah berikut. Pilih layer Garis Cahaya di atas. Gunakan Brush Tool untuk membuat titik-titik kecil di tempat yang Anda suka. Jangan lupa, gunakan ukuran brush antara 1-4px saja. Sekarang, gambar Anda akan tampak seperti berikut.
photoshop-lights-10-path-glow
Efek Kabur
Agar lebih realistis, tambahkan Motion Blur pada garis cahaya Anda.
  1. Klik kanan pada Layer Garis Cahaya, pilih Duplicate Layer, klik OK.
    photoshop-lights-11-duplicate-layer
  2. Sekarang, Anda memiliki dua layer yang serupa dan garis cahaya Anda tampak lebih menyala. Pilih layer bawah (layer asli) dari kedua layer tersebut. Tambahkan Motion Blur [Filter > Blur > Motion Blur]. Atur nilainya seperti berikut:
    - Angle: -30
    - Distance: 40
  3. Ubah nilai Opacity Layer yang sudah dikaburkan tersebut menjadi 40%. Efeknya akan tampak seperti ini.
    photoshop-lights-12-cahaya-spark
Efek Bintang
Selanjutnya, kita akan membuat efek cahaya bintang. Pertama kali, kita akan membuat sebuah gambar bintang kemudian menerapkannya dalam layer utama. Urutan proses pembuatan bintang yang akan saya sampaikan tampak dalam ilustrasi berikut:
photoshop-lights-13-star-bintang
Untuk membuat gambar tersebut, ikuti langkah berikut:
  1. Buat sebuah layer baru kemudian pilih. Agar lebih mudah, layer ini kita beri nama Layer Bintang.
  2. Atur nilai Brush menjadi 3px dan Brush Hardness menjadi 100%.
  3. Gunakan Pen Tool untuk membuat path vertikal kurang lebih 100 pixel. Untuk memperkirakan ukuran dan posisinya, Anda bisa lihat di jendela Info.
  4. Dengan tetap mengaktifkan Pen Tool, klik-kanan di manapun dalam gambar. Pilih Stroke Path. Pastikan pilihan Simulate Pressure terpilih, dan klik OK. Sekarang akan ada garis lurus di sepanjang path Anda. Selanjutnya, sembunyikan path. Langkahnya seperti yang sudah kita lakukan sebelumnya, buka jendela Paths[Window > Paths]. Klik di luar seleksi path yang aktif.
  5. Buat duplikasi layer bintang [klik-kanan dan pilih Duplicate Layer]
  6. Putar layer baru ini 90 derajat [Edit > Transform > Rotate].
  7. Gabungkan kedua layer menjadi satu [klik-kanan layer yang di atas, kemudian pilih Merge Down]
  8. Buat duplikasi layer bintang sekali lagi.
  9. Putar layer baru tersebut 45 derajat.
  10. Atur skala layer menjadi 70% [Edit > Transform > Scale].
  11. Ubah nilai Opacity layer menjadi 70%.
  12. Gabungkan kedua layer menjadi satu.
  13. Ubah skala layer bintang menjadi 40%.
  14. Copy layer style dari layer garis cahaya ke layer bintang lewat [klik kanan > Copy > Paste]. Ubah nilai Outer Glow dari 5 menjadi 2. [Klik kanan layer, pilih Blending Options kemudian masuk dalam seksi Outer Glow]
  15. Sekarang bintang Anda sudah jadi. Buatlah beberapa duplikasi dan tempatkan di beberapa titik yang layak. Lihat hasilnya di gambar berikut.
    photoshop-lights-14-bintang-star
Pantulan cahaya
Efek terakhir yang ditambahkan adalah efek bulatan efek cahaya yang muncul dari efek pantulan sinar, efek ini disebut sebagai Bokeh Effect. Langkahnya sebagai berikut:
  1. Buat layer kosong, kemudian pilih. Selanjutnya kita sebut layer Bokeh
  2. Pilih Ellipse Tool dan buat lingkaran 50 pixel
  3. Klik kanan layer, pilih Blending Options. Tambahkan efek berikut:
    - Color Overlay: abu-abu muda [#cccccc]
    - Stroke: Size: 2px | Position: inside | Color: white
  4. Buat layer kosong di bawah layer tersebut, Klik kanan pada layer Bokeh, pilih Merge Down.
  5. Tambahkan Gaussian Blur sebesar 1 pixel [Filters > Blur > Gaussian Blur].
  6. Ubah Blending mode layer tersebut menjadi Overlay dan ubah Opacity-nya menjadi 14% atau lebih kecil.
  7. Buatlah dua salinan layer tersebut dan tempatkan lingkaran-lingkaran tersebut sesuai selera Anda. Gambar akhir akan tampak seperti berikut. 
    photoshop-lights-15-cahaya-glow
    Anda bisa temukan di mana bokeh effect yang saya buat? :)
Nah, dengan memanfaatkan tiap efek di atas dan imajinasi Anda, Anda bisa membuat gambar yang bervariasi dan efek yang beraneka ragam. Berikut ini salah satu contoh hasil editing Photoshop dengan efek yang kita praktikkan di atas.
photoshop-lights-15-spin-world
Saya ucapkan terimakasih kepada secondpicture yang telah menulis panduan photoshop ini dalam bahasa aslinya. Saya menulis ulang tutorial menarik ini dengan bahasa dan gaya bahasa Indonesia dengan tambahan gambar-gambar hasil editing sendiri agar lebih mudah dipahami.
Semoga bermanfaat.

Sumber :
http://guntingbatukertas.com